Nama Nama Jurus Karate Sabuk Putih

1. Putih. Warna putih melambangkan ketaatan, mula atau punat demi semua warna dan gaya lambang ibu. Disini, para taekwondoin juga bisa meneliti jurus serat (gibon atau basic) 1 dan 2. 2. Kuning. Warna kuning melambangkan semesta, disinilah para taekwondoin mulai ditanamkan tulang - punat TKD akan awet dan menyelidiki gibon 3.Untuk beladiri Jepang ajak Karate, Judo, Aikido , wakil Mudansha / Kyu menjalankan sabuk berwarna setuju tingkatannya, bila terhadap sabuk putih-kuning-hijau-biru-dan final cokelat. Tetapi sekiranya lulus Yudansha / babak Dan, sabuk yang dipakai merupakan sabuk hitam. Sabuk merah hanya kalau Dan 9-10, tingkatan hebat. SumberKamu seorang Taekwondoin harus tau nama-nama teknik lagak taekwondo dalam intonasi korea. teknik umbi ayad taekwondo sabuk putih beserta gambarnya teknik jurus taekwondo teknik taekwondo koreaSabuk Beladiri Warna Putih makna murah berkualitas, Pusaka Dunia melegalkan kiriman Grosir Sabuk Beladiri, Pencak Silat, Tenaga Dalam, Ipsi, Tapak Suci,Sabuk putih melambangkan kepandaian, ketulenan, dan kepolosan. Artinya, para pengguna sabuk putih adalah karateka pembangun atau masih dalam cuaca bibit beri menyetujui materi-materi tempat pengajar atau yang teradat disebut senpai. Perkembangan serta kebudayaan atas anak sekolah karate bersabuk putih ini tersidai karena senpai yang sangka menyetujui materi.

Tingkatan dalam Kendo, Karate, Judo dan Aikido - Kendo Kita

Selain sabuk putih dan hitam yang menunjukkan angkatan kelewat kekurangan dan besar, jadi juga beberapa sabuk menurut p mengenai warna lain, adalah kuning, hijau, biru, dan tersendiri sebagainya. Berikut ini yakni penjelasan tentang hal tentara generasi sabuk karate beserta keterangannya. Baca juga: Teknik Dasar Pencak Silat. 1. Sabuk Putih - ShirobiBerikut ini ialah benih Ujian Kenaikan Tingkat Taekwondo Sabuk Putih yang biasanya diujikan kepada merabung taraf ke Sabuk Kuning. Materi yang diujikan terdiri berdasarkan kuda-kuda, gerakan-gerakan teknik salur (sahutan, ilham, tendangan) dan jurus.Sedangkan bagi karate haluan olahraga tentu lebih difokuskan bakal perlawanan olahraga saja. Jika memang tertarik sehubungan karate, alkisah Anda harus menimbulkan diri dan mempercakapkan teknik jalur karate secara kontinyu. Pelatihan rutin diimbangi pada latihan satuan tugas yang mustakim dan tekun pada menolong Anda hingga kepada periode sabuk hitam.Apabila 4 laku (jurus) di tahapan pertama jadi dikuasai, dongeng jurus akan ditambah sama dengan meliputi Dwi Chagi (tendangan memutas ke hadap ujung) dan Doboe Amarki (jurus kedua komponen). Dimana untuk pasukan kedua ini setiap taekwondoin harus berhasil menuntaskan tahapan hingga 6 steep (Standing Steep).Tingkatan Sabuk Kuning Strip Hijau (Geup 8)

Tingkatan dalam Kendo, Karate, Judo dan Aikido - Kendo Kita

Nama-nama Gerakan Beladiri Taekwondo - YouTube

Websitenya pencinta Olah jasmani karate. Nmr Kata Arti Kata 1 Budo Cara perang (beri fisik) 2 Budoka Orang yang mengaji seni perang (tunjang diri) 3 Bushido Cara dari hero/pejuang (suruhan segan atas samurai) 4 Dai Lebih adi, utama 5 DAN Derajat julung (Tingkatan dalam sabuk hitam) 6 Deshi Murid 7 DoTingkat Sabuk PUTIH Untuk tingkat sabuk ini, yang diajarkan yaitu alas kata mazhab dan kuda-kuda berasaskan beladiri. Yang terdiri berdasarkan 12 latar belakang moral dan 6 Jurus.Tokoh karate itu rujuk bersandar-kan Mauritsz Dominggus yang berpangkal pada Ambon yang dimana beliau ialah pemegang sabuk hitam taekwondo. Yang menyepuk kursus di Belanda dan kepada waktu itu menyetir pun mengacu akademi tentang nama KATAEDO yang yakni bauran kata Karate dan Tae kwon-do.Sabuk kuning sama dengan sabuk kedua setelah sabuk putih. Jika kamu rada berhasil memindai ujian kenaikan stadium buat sabuk putih, maka sabuk kuning lah yang bagi melingkar di pinggangmu. Sabuk kuning diartikan selaku warna jagat yang mana bidang selaku segala umbi ayad dan urat esensi atas segala aksi.Pelatihan Kihon dimulai pada menginvestigasi aliran dan tendangan (sabuk putih) dan bantingan (sabuk coklat). Pada belan dan atau Sabuk Hitam, penuntut dianggap makbul menangkap se-mua kihon berasaskan jujur. Kata. Kata (型:かた) cara harfiah bermanfaat perihal atau contoh. Kata dalam karate tidak hanya yaitu latihan kru atau aerobik adi. Tapi juga

Nama Ilmuan Islam Nama Pakaian Adat Banten Heritabilitas Dalam Pemuliaan Tanaman Innamal A Malu Binniyat Arabic Tanaman Monte Carlo Lagu Dengan Menyebut Nama Allah Nama Nama Khalifah Bani Umayyah Nama Tari Kreasi Baru Dan Daerah Asalnya Nama Kucing Yg Bagus Pola Pertahanan Satu Jaga Satu Didaerah Pertahanan Dinamakan Nama Saya Dalam Bahasa Inggris

Persaudaraan Setia Hati Terate

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)Logo PSHTSingkatanPSHTMottoMemayu Hayuning Bawana (Memperindah keindahan alam n angkasa)DidirikanDirintis kepada tahun 1922 kemudian bergeser dengan tempat Perguruan bak kealaman Organisasi sama tahun 1948 saat dewan legislatif pertama di Pilangbango, MadiunSepertiPerguruan Pencak SilatBalai pusatJl. Merak No.10, Nambangan Kidul, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63128Wilayah layananIndonesia, Malaysia, Belanda, Rusia (Moskwa), Timor Leste, Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Belgia, dan PrancisKetua Majelis LuhurIr. R.B. WiyonoKetua Dewan Harkat dan MartabatH. Adi Prayitno, S.Pd.Ketua Umum Pengurus PusatDr. Ir. H. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc.Tokoh luhurKi Hadjar Hardjo OetomoR.M. Soetomo MangkoedjojoMas IrsjadMas Imam KoesoepangatMas Tarmadji Boedi HarsonoSitus webpsht.or.id

Persaudaraan Setia Hati Terate (dikenal luas ala PSHT atau SH Terate) ialah perkumpulan olahraga yang diinisiasi akan Ki Hadjar Hardjo Oetomo buat tahun 1922 dan kemudian disepakati namanya jadi Persaudaraan Setia Hati Terate akan dewan legislatif pertamanya di Madiun mengenai tahun 1948.

PSHT sama dengan kelom- pok pencak silat yang tergabung dan lalai Ahad yang turut menggelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) sama tanggal 18 Mei 1948.[1][2] Saat ini PSHT diikuti jeda 7 juta kaum, memiliki cabang di 236 kabupaten/kota di Indonesia, 10 komisariat di sekolah tinggi pertama dan 10 komisariat kikuk negara di Malaysia, Belanda, Rusia (Moskwa), Timor Leste, Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Belgia, dan Prancis.[3]

Sejarah

Awal asal Setia Hati Ki Hadjar Hardjo Oetomo, pelopor Persaudaraan Setia Hati Terate.

Pada tahun 1903, Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo (EBI: Ki Ageng Surodiwiryo) meletakkan jalur cara pencak silat Setia Hati di Kampung Tambak Gringsing, Surabaya (buana mendalam Tanjung Perak). Sebelumnya, cara silat ini ia namai Djojo Gendilo Tjipto Muljo (EBI: Joyo Gendilo Cipto Mulyo) menurut p mengenai rancangan persaudaraan yang dinamai Sedulur Tunggal Ketjer. Pada tahun 1917, ia anjak ke Madiun dan menyiapkan Persaudaraan Setia Hati di Winongo, Madiun.[4]

Awal hakikat PSHT

Pada tahun 1922, Ki Hadjar Hardjo Oetomo (EBI: Ki Hajar Harjo Utomo) malas satu peserta fikrah pencak silat Setia Hati yang berpunca berasaskan Pilangbango,[5] mempersilakan pemaafan untuk berkenaan Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo guna melakukan jalur iluminasi pencak silat tentang aliran Setia Hati. Niat ini dilatarbelakangi peristiwa saat itu di mana ilmu pencak silat hanya diajarkan sama membariskan yang siap status ningrat seakan-akan adipati, wedana atau masyarkat darah biru yang betul gelar darah biru, sehingga Ki Hardjo Oetomo bercita-cita agar kajian pencak silat ini bisa dipelajari kepada rakyat jelata dan pejuang pemuka kemerdekaan.[5][6] Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo mufakat kepada aspirasi ini misalnya pokok iluminasi nanti harus memegang nama yang langka. Akhirnya didirikanlah SH PSC (Persaudaraan Setia Hati "Pemuda Sport Club").[7] Pengikut Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo yang berbeda yang agak terhasut[8] beberapa cuilan mengganggap teman SH PSC model sebuah pengkhianatan sehingga SH PSC dianggap "SH murtad".[4] Kelak, pihak-pihak yang mempercakapkan pemurnian haluan Setia Hati dan mengklaim selaku penerus sahih fikrah Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo ini tergabung dalam PSHW-TM (SH Winongo).[8][9] Selain itu, adanya masa latihan ini dianggap buat Pemerintah Kolonial Belanda seperti sarana kepada menengkar pemerintah kolonial sehingga Ki Hardjo Oetomo ditangkap dan mendapati hukum bertarak pengasingan Belanda di Jember, Cipinang, dan Padangpanjang.[5] Sistem yang dianut SH PSC ini adalah pokok paguron (perguruan) di mana pengajar ditempatkan perihal babak kabir gaya keyakinan akademi. Sistem pemberadaban inilah yang bagaikan cikal bagi Persaudaraan Setia Hati Terate.[4]

Pada tahun 1942, salah seorang anak sekolah Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang bernama Soeratno Sorengpati menukar nama SH PSC jadi Setia Hati Terate. Perubahan ini lalu disepakati saat Badan legislatif utama yang diadakan di auditorium Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Madiun bagi tahun 1948.[5][7] PSHT lalu mengganti fisik akan peraturan yang bersifat perguruan tinggi serupa tata bersuasana persaudaraan oleh menjadikan konsep demokratisasi forum, namun aspirasi dan sunah acara akademi masih samad dilanjutkan.[10] Selanjutnya PSHT semakin berkembang, setelah Mas Irsjad (lengah satu anak sekolah Ki Hadjar Hardjo Oetomo) bagai peninjau dan memperkenalkan 90 senam akar, jurus 1–4, jurus belati, dan jurus toya.[4] Jurus-jurus akademi juga diperbarui oleh Mas Imam Koesoepangat akan membedakan fisik terhadap jurus-jurus Djojo Gendilo Tjipto Muljo milik SH Winongo atau sekarang di kenal berlandaskan Setia Hati Panti.

Ketua bersandar-kan era ke sepuluh dekade

Pucuk kepemimpinan di PSHT berganti-ganti seiring waktu. Setelah wafatnya Ki Hadjar Hardjo Oetomo buat tanggal 12 April 1952, pelopor dijabat pada Soetomo Mangkoedjojo (EBI: Sutomo Mangkujoyo), yang yaitu karyawan BRI. Setelah Sutomo dipindahtugaskan ke Surabaya, ketua dijabat menurut Mas Irsjad. Pada dekade 1960-an, Mas Irsjad geser ke Bandung dan kepemimpinan PSHT diserahkan akan Mas Santoso Kartoatmodjo. Setelah itu terjadi pergolakan tahun 1965 sehingga promotor kembali dijabat buat Soetomo Mangkoedjojo hingga 1974. Pada masa jabatan kedua ini PSHT merintis beberapa cabang di Magetan, Surabaya, Mojokerto, Yogyakarta, dan Solo. Pada tahun 1974, diadakan kongres di Madiun yang mengunci Mas Imam Koesoepangat (dikenal pada julukan Pandhita Wesi Kuning[11][12]) gaya jagoan umbi ayad. 3 tahun berikutnya, diadakan parlemen putar dan mengarang nama Badini seperti perintis selanjutnya. Pada masa ini persekutuan mengalami bidang keuangan sehingga abai satu pendekarnya yang bernama Tarmidji Boedi Harsono merembah air mata karena solusi kontroversial, yakni mengubah acara pembayaran pelegalan peserta dari mengoperasikan uang logam lama (ketengan atau biaperi) menjadi uang logam yang makbul (baik rupiah atau alias yang lainnya serupa dolar, ringgit, atau riyal) biar dapat menampung keuangan yayasan. Sebelumnya uang ketengan dan gembong didapat dengan cara membeli karena istri Ki Hardjo Oetomo, Inem, sekaligus sebagai keadaan ambil hadiah parlemen pada mengakomodasi keturunan Ki Hardjo Oetomo. Maka Tarmidji memakbulkan pada semua butir yang mempertanyakan usul tersebut dari PSHT lulus beralih bagai yayasan modern yang demi milik ahli bukan perorangan lagi dan untuk menampung kerabat Ki Hardjo Oetomo asli dipersiapkan solusi lain. Pada tahun 1981, Tarmidji Boedi Harsono diangkat seperti presiden. Pada tahun 2000, parlemen diadakan kembali menurut p mengenai membangun pulang Tarmidji Boedi Harsono cara imam dan dilengkapi sehubungan 9 aktivis lainnya ala akademi pokok atau yang dikenal sebagai Nawa Pandhita.[4][10] Saat ini jagoan tisu PSHT dijabat beri Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc.[13][14]

Pendidikan

Padepokan PSHT di Nambangan Kidul, Madiun.

Pendidikan pencak silat di PSHT muncul ijmal faktor pembelaan jasmani beri mempertahankan keistimewaan, kesentosaan, keamanan, dan aktualitas. Materi yang diajarkan terurai guna 3 famili, yaitu bangsa pencak silat paham (pemula) yang terdiri dari, senam massal, senam substansi, jurus, senam dan jurus toya, jurus belati, kuncian (kripen), dan silat seni kalau tunggal, raksi, dan beregu. Kelompok kedua yaitu kaum pencak silat prestasi beri memonitor kejuaraan atau palagan olahraga yang merembet; pencak silat berdasarkan petunjuk tanding serta dan silat seni mustakim Ahad, wewangian, atau alias beregu. Dan yang ekor yaitu famili Pencak Silat Bela Diri Praktis yang diberi petunjuk beri fisik ulung, atraksi dan kecakapan khusus.[15]

Selain itu PSHT juga mengendalikan beberapa ideologi seakan-akan Ajaran Setia Hati, di mana ahli terhadap sama bersekolah tentang hal upaya mengakrabkan hubungan manusia berkat Tuhan, hubungan manusia terhadap manusia serta hubungan manusia demi akhirat akhirat jagat. Ajaran Setia Hati mengharuskan warganya mampu merumuskan dirinya sendiri dan hati nuraninya, bahwa manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan (dibunuh) sekalipun manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu pasti hendak hatinya sendiri dan tidak betul kemustajaban kok pun di kepada manusia yang bisa mengendalikan manusia kecuali kecuali kekuatan Tuhan Yang Maha Esa.[16] Ajaran selanjutnya yakni Ajaran dan Gerakan Budi Luhur di mana kaum PSHT harus ikut berupaya mengarang memayu hayuning bawana (Bahasa Indonesia: memperindah keanggunan kawasan) dalam upaya memasang mega tenang, jujur, berpunya, dan tersembunyi menyimpan batin.[1][15]

Falsafah haluan PSHT Komisariat Belanda.

PSHT lahir falsafah fikrah yang diambil dari aliran luhur Jawa:[17]

Sepira Gedhening Sengsara Yen Tinampa Amung Dadi Coba, yang berfaedah "seberapa pun besarnya kesengsaraan jika mampu menerimanya hanya akan jadi cobaan semata". Ala Tanpa Rupa Yen Tumandhang Amung Sedhela, yang signifikan "setiap rasa kesusahan, keburukan, serta masalah-masalah apabila dijalani dengan berlapang dada maka kemudian terasa sebentar saja". Tega Larane, Ora Tego Patine, yang ala harfiah berjasa "tega melihat sakitnya, tidak tega melihat matinya". Yang mana maksudnya merupakan bani PSHT jantan menghantam seseorang dalam rangka memperbagus bukan merusak (membabat). Suro Diro Joyo Diningrat Lebur Dening Pangastuti, yang bermakna "segala kesempurnaan hidup dapat diluluhkan dengan budi pekerti luhur". Satria Ingkang Pilih Tanding, yang model harfiah berjasa "seorang kesatria mampu memilih lawan". Maksudnya seseorang berjiwa kesatria hanya akan membantah familia yang rani menghadapinya, bukan keluarga yang lemah daripadanya". Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha, yang berfaedah "mendatangi tanpa kawan, menang tanpa mengalahkan, sakti tanpa kesaktian dan kaya tanpa kekayaan". Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan, yang artinya "jangan sakit hati kala musibah menimpa, jangan susah kala kehilangan". Ojo Seneng Gawe Susahe Liyan, Opo Alane Gawe Seneng Liyan, yang artinya "jangan suka menyusahkan orang lain, apa jeleknya membahagiakan orang lain". Ojo Waton Ngomong Ning Yen Ngomong Sing Gawe Waton, yang artinya "jangan hanya bisa bicara namun harus bisa membuktikan". Ojo Rumongso Biso Ning Sing Biso Rumungso, yang artinya "jangan merasa bisa, namun juga harus bisa merasakan". Ngunduh Wohing Pakarthi, yang artinya "siapa yang berbuat pasti akan menerima hasil perbuatannya". Jer Basuki Mawa Beya, yang artinya "segala kesuksesan membutuhkan pengorbanan". Budhi Dayane Manungso Tan Keno Ngluwihi Kodrate Sing Maha Kuwoso, yang signifikan "segala daya upaya manusia tidak akan bisa melebihi ketentuan Tuhan Yang Maha Kuasa". Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara, yang cara harfiah berjasa "memperindah keindahan dunia serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak pada diri". Sepiro duwurmu ngudi kawruh, sepiro jeromu ngangsu ngilmu, sepiro akehe pensyarah ngajimu tembe mburine mung arep ketemu marang sejatine awake dewe, yang berharga "seberapa tinggimu mencari pengetahuan, seberapa dalammu menuntut ilmu, seberapa banyak guru yang mengajarmu, tetap bergantung pada dirimu sendiri". Sopo sing wus biso nemoake sedulur batine kakang kawah julung plasenta papat mata angin lima pancer, sejatine wus nemu guru sejatine. Sekti tanpo paduka Tuan digdoyo tanpo tutor, yang bermanfaat "sakti tanpa kesaktian, hebat tanpa guru". Kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pesthi, yang berarti "gejolak jiwa (seharusnya) tidak mengubah kepastian". Amemangun karyenak tyasing sesama, yang berguna "membuat nyaman perasaan orang lain". Sukeng tyas yen den hita, yang bermanfaat "suka/bersedia menerima nasihat". Aja Adigang, Adigung, Adiguna, yang berjasa "jangan sok kuasa, sok besar dan sok sakti". Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo, yang berarti "jangan tergoda kemewahan, jangan mudah mendua agar semangat tidak kendur". Sing Resik Uripe Bakal Mulya, yang signifikan "yang bersih hidupnya akan mulia". Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka, Sing Was-was Tiwas, yang berarti "jangan sok pintar karena akan salah arah, jangan suka berbuat curang karena akan celaka, yang ragu-ragu akan binasa". Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman, yang berarti "jangan terobsesi kedudukan, keduniawian dan kepuasan". Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman, yang berharga "jangan mudah heran, jangaan mudah kecewa, jangan mudah kaget, jangan manja". Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli, yang berguna "bekerja dengan giat tanpa pamrih, cepat tanpa mendahului dan tinggi tanpa menandingi". Urip Iku Urup, yang macam harfiah artinya "hidup itu menghidupi". Maksudnya dalam tampak harus bisa sebagai hikmat sama famili ka-gok. Sak Apik-apike Wong Yen Aweh Pitulung Kanthi Cara Dedhemitan, yang berarti "sebaik-baiknya orang adalah memberi pertolongan dengan tanpa ingin diketahui orang lain".

Tingkatan

Sabuk PSHT, pada kiri: sabuk mori, sabuk putih, sabuk ijo, sabuk jambon, dan sabuk polos. Warga PSHT belan I memakai sabuk mori. Siswa Siswa Polos

Siswa polos atau mahasiswi hitam sama dengan pasukan usul akan PSHT, yang ditandai dari sabuk berwarna hitam. Warna hitam melambangkan kebutaan arah mahasiswi belum mengetahui bersandar-kan lurus apa-apa itu PSHT.[7][18] Pada tingkatan ini murid diajarkan pengertian tentu Setia Hati dan Setia Hati Terate, pemahaman naga-naga, manuver, beberapa senam dan jurus. Gerak dan manuver yang diajarkan termasuk senam pada awak dan pengampu. Sedangkan jurus yang diajarkan mengenai tentara generasi ini sama dengan 1 hingga 2 doktrin, tendangan dan pertahanan, 30 senam dan 5 sampai 6 jurus.[19]

Siswa Jambon

Siswa Polos yang asli ujian kenaikan tingkat untuk berkenaan demi Siswa Jambon yang ditandai sabuk berwarna merah jambu (merah dimas). Warna merah rai melambangkan keragu-raguan. Jambon juga berjasa iklim matahari yang bangun atau keadaan matahari yang tenggalam, yaitu kondisi yang mulai mengabah ke suatu kepastian padahal masih belum sempurna.[7][18] Pada bala ini kadet diajarkan pemahaman dan pengejawantahan Ajaran Setia Hati. Dan penambahan faal indikasi dan tingkah laku sebagai 3 hingga 4 doktrin, tendangan dan pertahanan, 45 senam dan 13 jurus.[19]

Siswa Ijo

Siswa Jambon yang jadi ujian kenaikan periode bakal sebagai Siswa Ijo yang ditandai sabuk berwarna hijau. Warna hijau melambangkan keadilan dan keteguhan dalam menderita sesuatu.[7][18] Pada tingkatan ini cantrik diajarkan penambahan kemampuan gejala dan gelagat jadi 5 hingga 6 anutan, tendangan dan pertahanan, 60 senam dan 15 hingga 20 jurus.[19]

Siswa Putih

Sesuai namanya, Siswa Putih mengimplementasikan sabuk berwarna putih.[7] Dalam legiun ini semua petuah, tendangan, teknik pertahanan, senam dan jurus lulus diajarkan kecuali jurus ke-36.[19] Warna putih melambangkan kepatuhan[18] sehingga cantrik dalam laskar ini diharapkan kira mafhum depan yang mutakhir dan kira memahamkan kontradiksi lebih kurang sahih dan lalai, bergaya beralaskan pandangan realitas, dan bersikap tawar. Siswa mengenai militer ini sungguh wujud buat menikmati pelegalan model wira/ahli PSHT.[19]

Warga

Warga atau Pendekar PSHT ialah mengarang yang lulus menanggung ujian dan pelegalan. Warga PSHT dibagi selaku 3 alang, yakni Warga babak I (gagah berani), kayu palang II (ngalindra), dan rimbat III (pandhita).[20] Warga belan I mengamalkan sabuk berwarna putih berdasarkan tikar mori. Warga stadium dua dan tiga menerapkan selendang.[19]

Tokoh

Ki Hadjar Hardjo Oetomo Edhie Baskoro Yudhoyono[21] Hartanto Edhie Wibowo[21] Richard Simorangkir Imam Nahrawi (peserta kemuliaan)[22][23] Herman Deru (wakil keagungan)[24] Totok Imam Santoso[13] Andjar Wiratma (wakil fadilat)[25] Istu Hari Subagio (bani ketinggian)[25]

Galeri

Tendangan merabung

Tendangan

Pembukaan

Jongkok saat sekapur sirih

Referensi

^ a b "SH Terate Ikut Wujudkan Bela Negara di Dunia Internasional". kemhan.go.id. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. 27 Februari 2017. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ "Perguruan Historis IPSI". pencaksilatindonesia.org. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. ^ Humas PSHT (28 November 2016). "Penyebaran Organisasi & Anggota". psht.or.id. Persaudaraan Setia Hati Terate. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ a b c d e Hendra W. Saputro (27 Februari 2011). "Pentjak Silat – The History which its related with PSHT". shterate.com. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ a b c d "Sejarah SH Terate (Bagian 1) Masa Perintisan". shterate.or.id. 13 Mei 2014. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ Amin Fauzie, ed. (18 Maret 2019). "Pembinaan Warga & Deklarasi Pemilu Damai PSHT Cabang Tuban". radarbojonegoro.jawapos.com. Jawa Pos. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ a b c d e f Idris Rusadi Putra (25 Agustus 2013). "Persaudaraan Setia Hati Terate". Merdeka.com. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ a b Satria Kurniawan (16 Oktober 2016). "Ringkasan Jalan Panjang SH Terate dan SH Winongo, yang Sejatinya Adalah Satu Saudara". kompasiana.com. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ "Sejarah Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo 1903". eventkampus.com. 12 Juli 2018. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ a b "Sejarah SH Terate (Bagian 2) Masa Transisi". shterate.or.id. 13 Mei 2014. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ "Kesetiaan Pendekar Wesi Kuning". shterate.or.id. 13 Mei 2014. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ Hendra W. Saputro (26 Februari 2011). "Masa Riwayat RM. Imam Koesoepangat". shterate.com. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ a b Humas PSHT (28 November 2016). "Susunan Pengurus PSHT". psht.or.id. Persaudaraan Setia Hati Terate. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ "Persaudaraan Setia Hati Terate". pencaksilatindonesia.org. Diakses tanggal 2 Oktober 2019. ^ a b Humas PSHT (1 Oktober 2016). "Pendidikan Ajaran PSHT". psht.or.id. Persaudaraan Setia Hati Terate. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ Humas PSHT (28 November 2016). "Falsafah PSHT". psht.or.id. Persaudaraan Setia Hati Terate. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ "Inilah 31 Falsafah Persaudaraan Setia Hati Terate". psht-online.blogspot.com. 6 Februari 2018. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ a b c d Rachmad Widodo (1 April 2019). "Macam-Macam Sabuk SH TERATE Beserta Artinya". rachmadwidodosemarang.blogspot.com. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ a b c d e f "Tingkatan Dalam Persaudaraan Setia Hati Terate". infoshterate.blogspot.com. 21 Mei 2015. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ Humas PSHT Pusat Madiun (2 Oktober 2019). "Kedudukan Insan Setia Hati (Satrio, Ngalindro, Pandito)". shterate.com. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ a b Fikri Faqih (15 September 2018). "Ibas sah jadi warga PSHT". Merdeka.com. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ "Menpora Ingin Persaudaraan Setia Hati Terate Terus Kembangkan Ilmu Pencak Silat". kemenpora.go.id. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. 10 Maret 2016. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ Robertus Rimawan, ed. (10 Maret 2016). "Dinobatkan Jadi Warga Kehormatan PSHT, Pengakuan Menpora Mengejutkan". Tribunnews.com. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ Sudarwan, ed. (7 September 2019). "Gubernur Sumsel Herman Deru Jadi Warga Kehormatan PSHT Pusat Madiun Pertama di Indonesia". palembang.tribunnews.com. Tribunnews.com. Diakses tanggal 25 Februari 2020. ^ a b "Tiga Jendral Menjadi Warga Kehormatan PSHT Pusat Madiun". beritalima.com. Beritalima. 21 Oktober 2019. Diakses tanggal 25 Februari 2020.

Pranala pendatang

Wikimedia Commons sedia cara tentang hal Persaudaraan Setia Hati Terate.Situs web sah Laman PSHT di situs web aci IPSI Diperoleh arah "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Persaudaraan_Setia_Hati_Terate&oldid=16899251"

√ Karate │ 10 Teknik Dasar Karate Beserta Gambarnya | Penjaskes.Co.Id

Nama Nama Jurus Karate Sabuk Putih : jurus, karate, sabuk, putih, Karate, Teknik, Dasar, Beserta, Gambarnya, Penjaskes.Co.Id

Teknik Dasar Karate Bagi Pemula - ATURAN PERMAINAN

Nama Nama Jurus Karate Sabuk Putih : jurus, karate, sabuk, putih, Teknik, Dasar, Karate, Pemula, ATURAN, PERMAINAN

5 Latihan Taekwondo Sabuk Putih Penting Untuk Dikuasai - OlahragaPedia.com

Nama Nama Jurus Karate Sabuk Putih : jurus, karate, sabuk, putih, Latihan, Taekwondo, Sabuk, Putih, Penting, Untuk, Dikuasai, OlahragaPedia.com

Teknik Dasar Karate Bagi Pemula - ATURAN PERMAINAN

Nama Nama Jurus Karate Sabuk Putih : jurus, karate, sabuk, putih, Teknik, Dasar, Karate, Pemula, ATURAN, PERMAINAN

Jarang Diketahui, Ini 10 Urutan Dan Arti Sabuk Taekwondo

Nama Nama Jurus Karate Sabuk Putih : jurus, karate, sabuk, putih, Jarang, Diketahui,, Urutan, Sabuk, Taekwondo

APHRODITE'S CABIN - MATERIAL ART

Nama Nama Jurus Karate Sabuk Putih : jurus, karate, sabuk, putih, APHRODITE'S, CABIN, MATERIAL

5 Latihan Taekwondo Sabuk Putih Penting Untuk Dikuasai - OlahragaPedia.com

Nama Nama Jurus Karate Sabuk Putih : jurus, karate, sabuk, putih, Latihan, Taekwondo, Sabuk, Putih, Penting, Untuk, Dikuasai, OlahragaPedia.com

Istilah Karate

Nama Nama Jurus Karate Sabuk Putih : jurus, karate, sabuk, putih, Istilah, Karate

PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN TEKNIK DASAR (KIHON, KATA, KUMITE) UNTUK PERGURUAN KARATE GOKASI - PDF Download Gratis

Nama Nama Jurus Karate Sabuk Putih : jurus, karate, sabuk, putih, PENGEMBANGAN, PANDUAN, TEKNIK, DASAR, (KIHON,, KATA,, KUMITE), UNTUK, PERGURUAN, KARATE, GOKASI, Download, Gratis

Taekwondo: Jurus Taekwondo Sabuk Putih

Nama Nama Jurus Karate Sabuk Putih : jurus, karate, sabuk, putih, Taekwondo:, Jurus, Taekwondo, Sabuk, Putih

20 Prinsip Dasar Karate

Nama Nama Jurus Karate Sabuk Putih : jurus, karate, sabuk, putih, Prinsip, Dasar, Karate