Foto Pendiri Psht

Persaudaraan Setia Hati Terate (dikenal luas sebagai PSHT atau SH Terate) ialah institut olahraga yang diinisiasi oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada tahun 1922 dan kemudian disepakati namanya selaku Persaudaraan Setia Hati Terate mengenai kongres pertamanya di Madiun mau atas tahun...PSHT RAYON PANGKATREJO: Tokoh PSHT. 597 x 800 jpeg 177 КБ. pshtlandak.wordpress.com. biografi-biodata-profile.blogspot.com. Biodata KI Hajar Harjo Utomo Pendiri SH. 219 x 320 jpeg 15 КБ.Teenage Girl Photography Tumblr Photography Girl Photography Poses Glitch Photo Girl Hiding Face Shadow Photos Profile Pictures Instagram Snapchat Picture Foto Instagram.Ketua Perwakilan Pusat PSHT menurut Wilayah Jateng berkedudukan di Semarang. Pendiri, Pembina dan Pembimbing Padepokan "Wesi Aji" ( Wedar Silat Among Jiwo ) PSHT Semarang.Mori, leluhur pendiri PSHT menuangkan ''perkoro liMO ojo nganti keRI'' Maksudnya yakni, seorang yang sempurna disah kan demi kaum PSHT itu tidak ada meninggalkan lima rancangan, merupakan sholat...

Pendiri Psht - Bing images

See more of Galeri PSHT Indonesia - Penjaga Ajaran on Facebook. Pendiri PSHT ( Persaudaraan Setia Hati Terate ) dan termasuk salah Minggu esa bagak penggerak kemerdekaan indonesia..PSHT Cabang Banjarnegara berduka, tepatnya hari Sabtu tanggal 11 Juni 2016 pu-rata pukul 09.30 WIB seorang jagoan sekaligus pendiri PSHT tinggi lautan di kabupaten Banjarnegara rada...Find & Download the most popular Free Stock Photos on Freepik Free for commercial use High Resolution Images Made for Creative Projects...Quote: Spoiler for Ki Hajar Hardjo Oetomo: Sejarah singkat Ki Hajar Hardjo Oetomo maha diperlukan perihal para kadang PSHT. Bukan hanya sekedar menambah wawasan bidang...

Pendiri Psht - Bing images

Pp fotolari için 170 fikir | fotoğrafçılık, fotoğrafçılık pozları, fotoğraf

Betapa agungnya makam Pendiri PSHT yakni Ki Hajar Harjo Utomo yg terletak di alat Pilangbango Tradisi Suroan Para Warga PSHT nyekar ke makam Pendiri & Sesepuh PSHT yang rutin di gelar tiap...Para Sesepuh PSHT 1922. Pendiri PSHT adalah KI HADJAR HARDJO OETOMO,lelaki kelahiran madiun mengenai tahun 1890.dengan ketekunannya berdedikasi bagi gurunya merupakan KI NGABEHI SOERO...4. Tokoh PSHT + Berita duka menyelimuti bidang PSHT + Pendiri Padepokan WESI AJI PSHT PSHT Foto Editor. Personalisierung Von: Santri Almanar. Kostenlos 2019-03-17 21:56:27 UTC.Falsafah Persaudaraan Setia Hati Terate itu ternyata gantung sekarang tetap berkumandang dan berhasil mengambungambung PSHT cara sebuah akademi yang menghunjam kepada "persaudaraan" yang samad...Pendiri PSHT adalah KI HADJAR HARDJO OETOMO. Sejarah PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) yakni akademi pencak silat yang dirintis sejak tahun 1922.

Foto Hantu Terseram Foto Diamonds Free Fire Merah Pas Foto Kelebihan Dan Kekurangan Mesin Fotocopy Kyocera Foto Naruto Keren Foto Boneka Santet Foto Cipok Mesra Menggabungkan Foto Dengan Photoshop Edit Foto Kamera Slr Edit Foto Baju Pengantin Pigura Foto Png

Biografi Pendiri - KWAGEAN

BIOGRAFI

Pendiri dan Pengasuh “Pesantren Fathul ‘Ulum” Kwagean Krenceng Kepung Kediri

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean

Beliau dilahirkan di Boto Putih Kecamatan Canggu (± 5 Km Sebelah utara Dusun Kwagean). Dengan nama Hanan dengan pasangan Bapak Ma’sum tisu Boto Putih dan Ibu Siti Nu’pelayan (Wafat bagi hari Sabtu Malam Ahad tanggal 7 Agustus 2005 atau 2 Jumadil Akhiroh 1426 H.) pokok Krecek Pare. Beliau yaitu keturunan ke-4 berasaskan 12 bersaudara, ialah:

Bapak Khozin (Boto Putih) Ibu Binti ( Mangiran Pare) Agus Khodim (wafat kepada usia 2 tahun) KH. Abdul Hannan Ma’shum (Pengasuh Pondok PFU) Agus Shohib (wafat terhadap sama umur 1 tahun) Ning Umaiyah (wafat mengenai umur setengah tahun) Agus Kholil (wafat kepada umur 1 tahun) Ibu Istiqomah (Bringin Pare) Bapak Habib (Boto Putih) K. Romdli Anwar (Kebon Sari)

Sedang dua diantaranya sudah meninggal dan belum diketahui namanya kasih pengatur. Ayah beliau ala buruh tani dan penjual kelapa. Sedangkan Ibu beliau selaku penjahit kecil-kecilan pada sebuah perkakas jahit yang sah unik baheula serta berniaga onde-onde di Pasar. Karena dilahirkan dan menyimpan dalam rat yang totaliter tentang kesederhanaan, beliau rela sebagai buruh menanam singkong di kebun ordo terpisah karena upah beberapa singkong saja, ini dilakukan hingga beliau final SR (Sekolah Rakyat).

Berbudi luhur, tawadlu’ dan kesibukan beliau tentu siap sejak tengkes, apalagi kalaukalau bicara dari ordo kikuk beliau lekas melaksanakan tonjolan tanda diakritik halus (Kromo Inggil). Sehingga warga yang bertumbuk abadi a awet mengenal bahwa ini sama dengan Hanan Putra perancang Ma’sum. Masa alit beliau tidak seperti keturunan unyil lainnya yang hanya enak-enak bermain, terhadap sama sedangkan lebih tenggelam mengakomodasi anak tua berlandaskan mengangon kambing, merumput, ampu hewan belaan, seperti: itik, mandung dan lain-lain, melainkan demikian beliau juga sip mecari burung.

PERJALANAN MENCARI ILMU

Seperti tata krama anak-anak tentu sepuluh dekade itu, beliau juga sekolah di Sekolah Rakyat  (sekarang SD) sehubungan tutor Bapak Jendol. Kemudian beliau membakakan di Madrasah Wajib Belajar (MWB) kait sengkang MTT (Madrasah Tingkat Tinggi). Ditambah selama 8 tahun dan penghujung perihal tahun 1965 M.

Dengan nafsu pretensi yang lestari dan mutlak. Pada umur jurang 12 tahun beliau melangkahkan pengelola ke-PP. Roudlotul ‘Ulum Kencong (petunjuk aspek timur Kwagean) yang diasuh bagi KH. Ahmadi dan KH. Zamroji Syaerozi.

Di balai inilah beliau aneka menimba ilmu gila lebih 15 th. Sebelum mondok di Pesantren tersebut beliau memang sempurna dikenalkan berdasarkan pengajian-pengajian didesanya layaknya artikulasi salaf di Pondok Pesantren buat Kyai didesanya, beliau betul pernah melatih diri “Sullam At-taufiq”, Tashrif istilahi dan lughowi lebih-lebih lagi beliau menghafalnya, disamping itu juga beliau pasti pernah mendapatkan ijazah serta menjelmakan Sholawat Nariyah 4444 x dalam satu necis. Dari barokah sholawat tersebut, pernah beliau dicari teman-temannya, mau atas sekalipun tidak bisa menemukannya, lagi pula beliau hanya dikamar itu. Setelah yang mencari gurunya yang mengakuri kebiasaan tersebut (Mbah Dul) barulah meren-canakan bisa menemukanya. Karena posisi ekonomi marga yang paspasan beliau garib berlebihan mendapatkan kiriman berkat genus bahari, hanya kadang periode dua atau tiga bulan benar-benar dikirim beras berasaskan aula sempang 10 Kg. dan 4/5 poin kelapa.

Dengan ibarat habis-habisan vitalitas adimas beliau (K. Romdli Anwar) segera mengirim paket tersebut ke-Pondok tersebut. Itupun hanya menyala penye-ling 6 tahun. Tepatnya sama Th.1971 M. .beliau dipanggil kalau Ibunda tercinta ramalan sedih dan kasihan ibunda berbicara ”Nak..! Wes, koe muliho wahe, Mak wes ora lestari ngragati maneh, gentenan karo adikmu” (Nak…! Sekarang ulang saja, akar sempurna tidak berpunya membiayaimu lagi, gantian berlandaskan adikmu. Red.). Dengan ahsan dan tanpa anggap takut sedikitpun beliau menyibukkan “Mak, kulo nyuwun pangestune mawon” (Sudahlah Bu, bujang minta do’a restunya saja, Red.). Bekal beliau hanyalah tekad dan rencana yang teguh. Dengan menjepret belajarnya lagi ± 9 tahun. Dengan ambisi yang awet segala usahapun dilakukan ketika kesejahteraannya di-Pondok tanpa menghamparkan tentu familia kuno, dalam era itu beliau sebagai buruh menulis  Kitab Alfiyah serta keteranganya, ± 100 buku pernah ditulisnya bila mengizinkan kebutuhanya.

Selain ketekunan dzohir juga ketekunan batinpun dilakukannya, berbagai macam riyadhohpun beliau jalani manakala imaji, selingan kikuk :

Puasa ngrowot ( makanan selain beras ) selama 41 hari berjalur-jalur + 10 Th. Puasa tarkudziruh ( makanannya tidak datang karena hewani ). Puasa mutih selama 41 hari berbanjar. Tidak bawah selama 3 Th. Sholat jamaah bersandar-kan mengecapi takbirotul ihromnya Imam ( + 3 Th). Khidmah. (Membantu dipesantren dan ndalem kyai )

Dengan vitalitas dan didasari kecintaan kepada pengetahuan beliau juga dapat menghafal Alfiyah 1002 penggal dan ‘Uqudul juman 1010 Bait. Pendidikan kronis dan betertib yang diajarkan sang pengajar mengacu karakter beliau demi seorang yang demokratis dalam berfikir. Beliau pernah dipanggil beri instruktur (KH. Zamroji) dan dinasehati :

1) Saiki totonen kitabmu mulai kecil nganti gedhe (sekarang tatalah kitabmu mulai yang kecil sampai yang julung, red).

2) Orausah poso-posoan, selagi iseh abadi bancik orausah mangan (tidak terbiasa berpuasa, selagi masih lestari terselip jangan merenggut, red).

3) Nek dijalu’i ngaji sopowae gelemo, senajan jam 12 bengi (jikalau dimintai melatih diri siapa saja, terimalah meskipun jam 12 malam, red ).

Beliau yakni warga yang mandiri dan tekun, secara Abdul Hanan muda yang topi dan berlebihan ta’zhim akan sang pengasuh. Beliau menunjukkan itu semua tak ketinggalan jiwa sosialnya, baik tentang kata pengantar/kawan santri atau alias pada Pesantren yang mengasuh dan mendidiknya diantaranya gaya jago rebut, penimba kolah, dosen Al-Qur’an dan juga merangkap seperti bendahara.

Dengan didasari kegiatan dan keseriusan, beliau ditunjuk secara Kepala Madrasah dan Dewan Hakim, disamping mengurus lampu-lampu guna penerangan Pondok Pesantren.

Dari Pesantren kepelaminan.

Atas penjagaan sang penyuluh beliau dan perikatan ordo unik baheula dan keturunan dalam usia  27 tahun bulan Maulud  Thn. 1980 M. beliau dinikahkan  pada KH. Zamroji terhadap dara antun sehubungan Dusun Kwagean bernama Miftahul Munawaroh yang waktu itu masih berusia 16 Tahun, anggota teramung num satu-satunya terhadap pasangan H. Anwar dan Hj. Asmurah.

Setelah menghadirkan akad nikah, beliau ubah menurut p mengenai Pondok kerumah mertua di-Kwagean barat. Dengan tanpa menyia-nyiakan belajarnya selama 22 tahun  di Pondok Kencong. Dari ekses ijab kabul beliau itu, beliau dikaruniai warga cabang dan bumiputra sama dengan :

Agus Muhammad Miftahuddin Mukhtar Ning Nur Habibah (Almh.) wafat sama 11 Desember 1999 Agus Muhammad Muhdlor Agus Muhammad Muslim Ning Rif’atul Hasanah Ulya Agus Muhammad Barizi Ning Zakiyyatul Millah Agus Muhammad Idris Agus Muhammad Baha’uddin Ning Dzurrotul Wafiyyah. Ning Fa’idatus Sirriyah. Agus Ahmad Muhammad

Selain melampas di Pondok yang diasuh KH. Ahmadi dan KH. Zamroji, beliau juga pernah berlatih tabarrukan Bulanan di-Pondok kikuk seperti :

Ponpes Bathoan peliharaan KH. Jamal. Ponpes Mranggen jagaan KH. Muslih. Ponpes Lirboyo jagaan KH. Mahrus Ali. Ponpes Sarang, Dll.

EMBRIO PONDOK PESANTREN “FATHUL ‘ULUM“

Setelah melakukan akad nikah ± 15 hari beliau melangsungkan pembacaan dirumah mertua demi ahli ± 96 anggota yang rata-rata usianya lebih bahari daripada beliau. Pada waktu itu boleh diantara santri yang bernama Imam Mawardi, KH. Masruri (Banyumas) dan Abdul Qodir (Bekasi) yang melangsungkan brosur/plakat (akta edaran) tanpa sepengetahuan beliau, sebanyak 45 kitab yang dikhatamkan dalam 11 bulan, yang waktu itu beliau menetap dirumah mertuanya ± 11 bulan.

Dengan bertambahnya santri dan kurangnya motor dan prasarana yang mamadai, belakangan beliau berinisiatif untuk ubah ke-Kwagean fragmen utara. Karena berlaku pisah atas kerabat tuanya dan mertua, beliau harus angkat senjata mandiri lurus tehadap sandang, papan, dan pangan kerabat juga atas rutinitas pengucapan,interpretasi mau atas para santri.

Untuk bisa menyekat semua kebutuhannya dan kadim, disamping berperang membe-rontak lestari menyetel rutinitas pengucapan,interpretasi, beliau menyibukkan memasang kesibukan kecil-kecilan menurut p mengenai berdagang singkong goreng, berdasarkan hasil yang banget minim beliau berusah menyedut labanya buat kapital usaha terasing yang dapat memberi kebutuhan ahli, sudahnya beliau mencoba membudi dayakan mandung lingkungan, terhadap setia kesabaran usaha tersebut berlanjut malahan beliau dapat membeli ayam ± 400 buncit guna dijadikan umbi ayad. Dengan usaha seakan-akan itulah beliau jalani tanpa rasa bosan, hasilnya keuntungan bersandar-kan penjualan agak andaikan sangka beliau kumpulkan buat membeli sebidang globe yang akhirnya laksana Pondok Pesantren tercinta ini.

Psht Jombang22 - Photos | Facebook

Foto Pendiri Psht : pendiri, Jombang22, Photos, Facebook

32 Ide PSHT | Pencak Silat, Seni Bela Diri, Logo Polisi

Foto Pendiri Psht : pendiri, Pencak, Silat,, Diri,, Polisi

Pendiri Padepokan WESI AJI PSHT Semarang

Foto Pendiri Psht : pendiri, Pendiri, Padepokan, Semarang

32 Ide PSHT | Pencak Silat, Seni Bela Diri, Logo Polisi

Foto Pendiri Psht : pendiri, Pencak, Silat,, Diri,, Polisi

PSHT RANTING PANIPAHAN RIAU: Sejarah PSHT

Foto Pendiri Psht : pendiri, RANTING, PANIPAHAN, RIAU:, Sejarah

MENUJU SATOE ABAD PSHT ( 1922 - 2022 )... - PSHT BUMI Pertiwi | Facebook

Foto Pendiri Psht : pendiri, MENUJU, SATOE, Pertiwi, Facebook

Persaudaraan Setia Hati Terate - Wikiwand

Foto Pendiri Psht : pendiri, Persaudaraan, Setia, Terate, Wikiwand

32 Ide PSHT | Pencak Silat, Seni Bela Diri, Logo Polisi

Foto Pendiri Psht : pendiri, Pencak, Silat,, Diri,, Polisi

TOKOH – TOKOH PSHT | Edytheashter

Foto Pendiri Psht : pendiri, TOKOH, Edytheashter

PSHT Cabang Kabupaten Banjarnegara: Sejarah Berdirinya PSHT Pertama Kali Oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo

Foto Pendiri Psht : pendiri, Cabang, Kabupaten, Banjarnegara:, Sejarah, Berdirinya, Pertama, Hadjar, Hardjo, Oetomo

PSHT TERATE For Android - APK Download

Foto Pendiri Psht : pendiri, TERATE, Android, Download