Jumlah Rakaat Salat Sunah Rawatib Sama Dengan Jumlah Rakaat Salat

Yang dimaksud dengan shalat sunnah rawatib, merupakan shalat-shalat yang mengiringi Dari hadits tersebut, laksana jelaslah sungguh shalat sunnah rawatib lahir peran Jumlah rakaat ini ditafsirkan dalam susur galur at-Tirmidzi dan an-Nasa-i, atas hadits Ummu...Terkait jumlah rakaat sebelum zuhur, muncul susur galur demi Aisyah bahwa jumlahnya 4 rakaat, "Nabi saw tidak pernah melengah-lengahkan 4 rakaat Salat rawatib bagaikan ini yaitu pelengkap 2 rakaat setelah zuhur, 4 rakaat sebelum asar, 2 rakaat sebelum magrib, dan 2 rakaat...Terdapat sejumlah pucuk pangkal tentu jumlah rakaat sholat Dhuha. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sholat dhuha adalah cabar tunggal Cara mengerjakannya sendiri sama dengan sholat sunnah lainnya, ialah setiap dua rakaat mengakhirinya dengan salam.Sholat rawatib ini terselip jumlah 6 rakaat yang bisa dilaksanakan dengan rincian waktu sebagai berikut: 2 atau 4 rakaat sebelum sholat ashar Ushallii sunnatal dhuhri rak'ataini qabliy-yatan lillaahi ta'aalaa. Artinya: "Aku (angan) shalat sunah qabliyyah dhuhur 2 rakaat hanya...Saya yakin Anda sah cergas ke-napa itu yang dimaksud dengan shalat jamak. Artikel ini hanya pengingat saja khususnya hendak Saya pribadi yang sedang membiasakan anutan Islam tentang beragam inti yang aci sekiranya demi para tutor yang benar isbat sanad keilmuanya...

Shalat Sunnah Rawatib: Bacaan Niat, Waktu... - Tirto.ID

Shalat sama dengan inti akan semua wiritan. Shalat bak asas diterima atau tidaknya kebijakan derma manusia selama di bidang. Dengan saya-sayap tersebut, malaikat dapat gantung kepada derajat yang besar rafi di sudut Allah. Begitu juga manusia; merancang sama memperoleh...Suara.com - Shalat sunah rawatib merupakan shalat sunah yang dilaksanakan untuk menyertai shalat fardu. Niat salat rawatib berbeda-beda di setiap waktu shalat. Berikut ialah penjelasan singkat akan halnya shalat sunnah rawatib, mulai akan waktu, jumlah rakaat...Waktu Pelaksanaan dan Jumlah Rakaat. Mengenai jumlah rakaat dalam sholat aspirasi, dijelaskan menembusi kitab Ihya Ulumuddin karya Al-Gazhalli. Doa Sholat Hajat. Baiknya setelah menghadirkan sholat berwai dilanjutkan dengan berdoa menjemput dan memohon...Jumlah rakaat salat duha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Sedangkan misal dikerjalan hendak siang hari, cerita muncul setiap 2 rakaat satu salam, atau 4 rakaat sekaligus dengan tunggal salam(tanpa taysahud mata) C. Tata Cara Sholat Sunah Tasbih Cara pelaksanaannya sama dengan...

Shalat Sunnah Rawatib: Bacaan Niat, Waktu... - Tirto.ID

Berapa Jumlah Rakaat Sholat Dhuha... | Republika Online

Bacaan dalam Shalat Rawatib. Rakaat. Sholat Rawatib Sunnah Muakkad. Rawatib yang dilakukan sebelum sholat fardu disebut sholat sunah qabliyah melainkan yang dilakukan sesudah sholat fardhu disebut shalat sunnah ba'diyah.Jumlah Rakaat Shalat Sunnah Rawatib. Bacaan Surat Pada Shalat Rawatib. Tempat dan Waktu Mengerjakan Shalat Rawatib. Dalam praktik atau alias daftar nilai shalat rawatib ini anyar sama saja dengan shalat sunnah yang terasing.2. Jumlah Sholat Sunnah Rawatib. 5. Apakah Sholat Rawatib 4 Rakaat Qobiyah Dzuhur Dikerjakan dengan Sekali Salam atau Dua Kali Salam? Tuntunan Shalat Sunnah Rawatib beri babu bagikan gaya gratis ke Jamaah Masjid Miftahul Jannah di...Apakah shalat sunah rawatib qabliyah subuh sama dengan salat sunah fajar? beda shalat tahajud dengan shalat fajar. raut shalat sunnah rawatib. Kajian.net - Konsultasi Syariah: Makmum Masbuk Sementara Imam Kelebihan Rakaat Haruskah...Penjelasan soal jumlah rakaat shalat sunnah rawatib ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan kalau At-Tarmidzi dan An-Nasa'i. Dream - Bacaan maksud shalat sunnah rawatib terhadap sama dasarnya hampir sama dengan wacana shalat fardhu.

Tepung Maizena Sama Dengan Tepung Kanji Permainan Rounders Hampir Sama Dengan Temukan Tiga Bilangan Genap Berurutan Yang Jumlahnya Sama Dengan 90 Lambang Tidak Sama Dengan Kurang Sama Dengan Atmosfer Bumi Mempunyai Efek Yang Sama Dengan Rumah Kaca Menyusun Naskah Drama Sama Dengan Membuat Tepung Tapioka Apakah Sama Dengan Tepung Kanji Apakah Tepung Tapioka Sama Dengan Tepung Sagu Bekerja Sama Dengan Teman Bisa Membuat Hubungan Pertemanan Semakin

Tuntunan Shalat Sunnah Rawatib

Sesungguhnya diantara wasiat dan anugerah Allah akan hambanya yakni disyariatkannya At-tathowwu’ (wiritan aksesori). Dan dijadikan akan kebajikan terbiasa diiringi dengan adanya at-tathowwu’ tentang seakan-akan kebiasaan yang semacam. Hal itu dikarenakan menurut melengkapi cela yang berdiri bagi wiritan mesti.

Dan konkret at-tathowwu’ (wiritan sunnah) di dalam wiritan sholat yang maha besar ialah sunnah rawatib. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa mengerjakannya dan tidak pernah sedangkan meninggalkannya dalam sifat mukim (tidak bepergian jurang).

Mengingat pentingnya wiritan ini, serta dikerjakannya selaku kerapkali sebagaimana sholat fardhu, sehingga amah (penulis) ingin mengkritik sepenggal pada hukum-hukum sholat rawatib cara ringkas:

1. Keutamaan Sholat Rawatib

Ummu Habibah radiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits mengenai keutamaan sholat sunnah rawatib, dia bertutur: abdi mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang sholat dua belas rakaat untuk berkenaan siang dan malam, alkisah buat dibangunkan baginya bangsal di surga“. Ummu Habibah berbicara: ana tidak pernah mengabaikan sholat sunnah rawatib semenjak mendengar hadits tersebut. ‘Anbasah berbicara: Maka jongos tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut arah Ummu Habibah. ‘Amru bin Aus angkat bicara: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut menurut p mengenai ‘Ansabah. An-Nu’am bin Salim berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut karena ‘Amru bin Aus. (HR. Muslim no. 728).

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha nyana meriwayatkan sebuah hadits buat sholat sunnah rawatib sebelum (qobliyah) shubuh, demi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum shubuh lebih jujur akan loka dan seisinya“. Dalam silsilah yang ganjil, “Dua akang’at sebelum shubuh lebih amah cintai daripada loka seisinya” (HR. Muslim no. 725)

Adapun sholat sunnah sebelum shubuh ini merupakan yang kelewat besar di jauh sholat sunnah rawatib dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya lurus hati tatkala mukim (tidak berpegian) maupun dalam raut safar.

Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha sangka meriwayatkan tentang keutamaan rawatib dzuhur, dia bertutur: saya mendengar rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang membesarkan (sholat) empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah haramkan baginya api neraka“. (HR. Ahmad 6/325, Abu Dawud no. 1269, At-Tarmidzi no. 428, An-Nasa’i no. 1814, Ibnu Majah no. 1160)

2. Jumlah Sholat Sunnah Rawatib

Hadits Ummu Habibah di kepada mengagak-agihkan bahwa jumlah sholat rawatib jadi 12 rakaat dan penjelasan hadits 12 rakaat ini diriwayatkan bagi At-Tarmidzi dan An-Nasa’i, atas ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, ia angkat bicara: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak membelakangi dua belas (12) rakaat mengenai sholat sunnah rawatib, berwai Allah kepada bangunkan baginya auditorium di surga, (merupakan): empat rakaat sebelum dzuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah ‘isya, dan dua rakaat sebelum subuh“. (HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa’i no. 1794)

3. Surat yang Dibaca mau atas Sholat Rawatib Qobliyah Subuh

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mau atas sholat sunnah sebelum subuh membiasakan akta Al Kaafirun (قل يا أيها الكافرون) dan surat Al Ikhlas (قل هو الله أحد).” (HR. Muslim no. 726)

Dan karena Sa’id bin Yasar, bahwasannya Ibnu Abbas mengkhabarkan kepadanya: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentu sholat sunnah sebelum subuh dirakaat pertamanya mengaji: (قولوا آمنا بالله وما أنزل إلينا) (QS. Al-Baqarah: 136), dan dirakaat keduanya menimba ilmu: (آمنا بالله واشهد بأنا مسلمون) (QS. Ali Imron: 52). (HR. Muslim no. 727)

4. Surat yang Dibaca bagi Sholat Rawatib Ba’diyah Maghrib

Dari Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anha, dia berkata: Saya suka bangat mendengar Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam demi beliau memahirkan sertifikat mau atas sholat sunnah sesudah maghrib:” piagam Al Kafirun (قل يا أيها الكافرون) dan surat Al Ikhlas (قل هو الله أحد). (HR. At-Tarmidzi no. 431, berbicara Al-Albani: derajat hadits ini hasan shohih, Ibnu Majah no. 1166)

5. Apakah Sholat Rawatib 4 Rakaat Qobiyah Dzuhur Dikerjakan dengan Sekali Salam atau Dua Kali Salam?

As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah berkomentar: “Sunnah Rawatib maujud di dalamnya salam, seseorang yang sholat rawatib empat rakaat berwai dengan dua salam bukan satu salam, terhadap hangat nabi bersabda: “Sholat (sunnah) di waktu malam dan siang dikerjakan dua rakaat salam dua rakaat salam”. (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Al-Utsaimin 14/288)

6. Apakah Pada Sholat Ashar Terdapat Rawatib?

As-Syaikh Muammad bin Utsaimin rahimahullah berbicara, “Tidak boleh sunnah rawatib sebelum dan sesudah sholat ashar, namun disunnahkan sholat pasti sebelum sholat ashar”. (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Al-Utsaimin 14/343)

7. Sholat Rawatib Qobliyah Jum’at

As-Syaikh Abdul ‘Azis bin Baz rahimahullah bertutur: “Tidak hidup sunnah rawatib sebelum sholat jum’at berlapiskan pancaran yang terkuat di masa dua deraian cakap’. Akan walaupun disyari’atkan bakal anggota muslimin yang mengayun masjid agar mengaplikasikan sholat beberapa rakaat seperlunya” (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Bin Baz 12/386&387)

8. Sholat Rawatib Ba’diyah Jum’at

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu berbicara, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang di pu-rata kalian mendermakan sholat jum’at, berwai sholatlah sesudahnya empat rakaat“. (HR. Muslim no. 881)

As-Syaikh Bin Baz rahimahullah angkat bicara, “Adapun sesudah sholat jum’at, alkisah ada sunnah rawatib sekurang-kurangnya dua rakaat dan ternama empat rakaat” (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Bin Baz 13/387)

9. Sholat Rawatib Dalam Keadaan Safar

Ibnu Qayyim rahimahullah berkomentar, “Rasulullah shallallahu a’laihi wa sallam didalam safar senantiasa melakukan sholat sunnah rawatib sebelum shubuh dan sholat sunnah witir dikarenakan dua sholat sunnah ini ialah yang benar-benar tinggi di pu-rata sholat sunnah, dan tidak ada sulalah bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewujudkan sholat sunnah selain keduanya”. (Zaadul Ma’ad 1/315).

As-Syaikh Bin Baz rahimahullah berbicara: “Disyariatkan misalnya safar membiarkan sholat rawatib kecuali sholat witir dan rawatib sebelum subuh”. (Majmu’ Fatawa 11/390).

10. Tempat Mengerjakan Sholat Rawatib

Dari Ibnu Umar radiyallahu ‘anhuma angkat bicara: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Lakukanlah di rumah-rumah kalian pada sholat-sholat dan jangan jadikan auditorium kalian lir kuburan“. (HR. Bukhori no. 1187, Muslim no. 777)

As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah berbicara: “Sudah seyogyanya untuk berkenaan seseorang beri merealisasi sholat rawatib di rumahnya…. tetapi di Mekkah dan Madinah sedangkan alkisah lebih unggul dikerjakan dirumah atas kepada di masjid Al-Haram maupun masjid An-Nabawi; bersandar-kan saat Nabi shallallahu a’alihi wasallam bersabda sementara beliau sugih di Madinah….. Ironisnya manusia sekarang lebih mengagungkan membuatkan sholat sunnah rawatib di masjidil haram, dan ini termasuk fragmen tempat kebodohan”. (Syarh Riyadhus Sholihin, 3/295)

11. Waktu Mengerjakan Sholat Rawatib

Ibnu Qudamah bertutur: “Setiap sunnah rawatib qobliyah dongeng waktunya dimulai terhadap masuknya waktu sholat fardhu hingga sholat fardhu dikerjakan, dan sholat rawatib ba’diyah maka waktunya dimulai akan selesainya sholat fardhu hingga berakhirnya waktu sholat fardhu tersebut “. (Al-Mughni 2/544)

12. Mengganti (mengqodho’) Sholat Rawatib

Dari Anas radiyallahu ‘anhu arah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang cuai bagi sholatnya kisah sholatlah semisal dia ingat, tidak memiliki tebusan kecuali surah itu“. (HR. Bukhori no. 597, Muslim no. 680)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah bertutur: “Dan hadits ini meliputi sholat fardhu, sholat malam, witir, dan sunnah rawatib”. (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah, 23/90)

13. Mengqodho’ Sholat Rawatib Di Waktu yang Terlarang

Ibnu Qoyyim berbicara: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meng-qodho’ sholat ba’diyah dzuhur setelah ashar, dan sporadis melakukannya terus-menerus, menurut p mengenai kalaukalau beliau menyediakan amalan suka bangat melanggengkannya. Hukum mengqodho’ diwaktu-waktu terlarang berkeadaan terpakai pada nabi dan umatnya, mengenai dilakukan terus-menerus sama waktu terlarang yakni kekhususan nabi”. (Zaadul Ma’ad 1/308)

14. Waktu Mengqodho’ Sholat Rawatib Sebelum Subuh

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu angkat bicara, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang belum mengamalkan dua rakaat sebelum sholat subuh, alkisah sholatlah setelah matahari kumat“. (At-Tirmdzi 423, dan dishahihkan guna Al-albani)

Dan bersandar-kan Muhammad bin Ibrahim terhadap kakeknya Qois, berbicara: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencair balai menuju sholat kemudian qomat ditegakkan dan sholat subuh dikerjakan hingga penghujung, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyisih menentang ma’mum, berwai beliau mendapati pelayan pas mendermakan sholat, lalu bersabda: “Sebentar wahai Qois apakah datang sholat subuh dua perairan?“. Maka saya berkomentar: Wahai rasulullah tepat ana belum mengejawantahkan sholat sebelum subuh, Tasulullah bersabda: “Maka tidak mengapa“. (HR. At-Tirmidzi). Adapun tentu Abu Dawud dengan lafadz: “Maka rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diam (berasaskan yang dilakukan Qois)”. (HR. At-tirmidzi no. 422, Abu Dawud no. 1267, dan Al-Albani menshahihkannya)

As-Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah angkat bicara: “Barangsiapa yang mengayuh masjid mendapatkan jama’ah setengah-setengah sholat subuh, cerita sholatlah bersama meren-canakan. Baginya dapat menerapkan sholat dua rakaat sebelum subuh setelah penjuru sholat subuh, lagi pula yang lebih pertama yakni mengemudiankan ampai matahari melambung setinggi tombak” (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Muhammad bin Ibrahim 2/259 dan 260)

15. Jika Sholat Subuh Bersama Jama’ah Terlewatkan, Apakah Mengerjakan Sholat Rawatib Terlebih Dahulu atau Sholat Subuh?

As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah berbicara: “Sholat rawatib didahulukan pada sholat fardhu (subuh), dari sholat rawatib qobliyah subuh itu sebelum sholat subuh, sekalipun orang-orang perasan bersirkulasi selesai sholat berjama’ah berasaskan masjid” (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsatimin 14/298)

16. Pengurutan Ketika Mengqodho’

As-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berbicara: “Apabila didalam sholat itu memegang rawatib qobliyah dan ba’diyah, dan sholat rawatib qobliyahnya terlewatkan, dongeng yang dikerjakan lebih induk merupakan ba’diyah kemudian qobliyah, teladan: Seseorang menimang masjid yang belum menyumbangkan melaksanakan sholat rawatib qobliyah menyebrangi pemim-pin tanggung mengaktualkan sholat dzuhur, alkisah asalkan sholat dzuhur sedikit rampung, yang pertamakali dikerjakan ialah sholat rawatib ba’diyah dua rakaat, kemudian empat rakaat qobliyah”. (Syarh Riyadhus Sholihin, 3/283)

17. Mengqodho’ Sholat Rawatib yang Banyak Terlewatkan

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Diperbolehkan mengqodho’ sholat rawatib dan selainnya, karena merupakan sholat sunnah yang terlampau dianjurkan (muakkadah)… kemudian jika sholat yang terlewatkan nian banyak, berwai yang besar ialah mencukupkan awak mengaplikasikan yang terbiasa (fardhu), berlandaskan mempercepat buat memberi maaf adalah unit yang tinggi, sebagaimana “Ketika Rasulullah merealisasi empat sholat fardhu yang terbiar tentu perang Khondaq, beliau mengqodho’nya sebagai beriring-iring”. Dan tidak lahir pucuk pangkal bahwasannya Rasulullah mengaktualkan sholat rawatib diantara sholat-sholat fardhu tersebut.…. Dan umpama hanya satu atau dua sholat yang terlewatkan, alkisah yang tinggi sama dengan memenuhi semuanya sebagaimana perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam akan saat sholat subuh terlewatkan, alkisah beliau mengqodho’nya bersama sholat rawatib”. (Syarh Al-‘Umdah, hal. 238)

18. Menggabungkan Sholat-sholat Rawatib, Tahiyatul Masjid, dan Sunnah Wudhu’

As-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah bertutur: “Apabila seseorang membuaikan masjid diwaktu sholat rawatib, kisah ia bisa memanifestasikan sholat dua rakaat dengan fantasi sholat rawatib dan tahiyatul masjid, dengan demikian tertunailah dengan mendapatkan keutamaan keduanya. Dan demikian juga sholat sunnah wudhu’ bisa digabungkan dengan keduanya (sholat rawatib dan tahiyatul masjid), atau digabungkan dengan cuai satu karena keduanya”. (Al-Qawaid Wal-Ushul Al-Jami’ah, babak. 75)

19. Menggabungkan Sholat Sebelum Subuh dan Sholat Duha Pada Waktu Dhuha

As-Syaikh Muhammad Bin Utsaimin rahimahullah berbicara: “Seseorang yang sholat qobliyah subuhnya terlewatkan sangkut matahari terbit, dan waktu sholat dhuha tiba. Maka akan kondisi ini, sholat rawatib subuh tidak terhitung gaya sholat dhuha, dan sholat dhuha juga tidak terhitung secara sholat rawatib subuh, dan tidak muncul juga menggabungkan keduanya dalam satu hasrat. Karena sholat dhuha itu ka-gok dan sholat rawatib subuh pun juga demikian, sehingga tidaklah malas tunggal dari keduanya terhitung (dianggap) model yang lainnya. (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, 20/13)

20. Menggabungkan Sholat Rawatib dengan Sholat Istikharah

Dari Jabir bin Abdullah radiyallahu ‘anhuma berbicara: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengendalikan bujang sholat istikhorah seandainya mengalami permasalahan sebagaimana membimbing ana surat-surat terhadap Al-Qur’an”, kemudian beliau bersabda: “Apabila seseorang dari kalian mendapatkan permasalahan, dongeng sholatlah dua rakaat demi selain sholat fardhu…” (HR. Bukhori no. 1166)

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah angkat bicara: “Jika seseorang berniat sholat rawatib tertentu digabungkan dengan sholat istikhorah alkisah terhitung model akibat (tampak), walaupun asing umpama tidak diniatkan”. (Fathul Bari 11/189)

21. Sholat Rawatib Ketika Iqomah Sholat Fardhu Telah Dikumandangkan

Dari Abu Huroiroh radiyallahu ‘anhu, demi nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila iqomah sholat sangka ditegakkan dongeng tidak mempunyai sholat kecuali sholat fardhu“. (HR. Muslim bi As-syarh An-Nawawi 5/222)

An-Nawawi bertutur: “Hadits ini tersua ham-batan yang kentara atas mendermakan sholat sunnah setelah iqomah sholat dikumandangkan tetapi sholat rawatib serupa rawatib subuh, dzuhur, ashar dan selainnya” (Al-Majmu’ 3/378)

22. Memutus Sholat Rawatib Ketika Sholat Fardhu ditegakkan

As-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: “Apabila sholat tebakan ditegakkan dan siap separuh jama’ah alang mempersiapkan sholat tahiyatul masjid atau sholat rawatib, maka disyari’atkan baginya pada memutus sholatnya dan membuat tubuh agih mengarang sholat fardhu, berlandasan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Apabila iqomah sholat sangka ditegakkan maka tidak berdiri sholat kecuali sholat fardhu..“, tentang sekalipun ketika sholat teka ditegakkan dan seseorang setengah-setengah mampu tentu tanda rukuk dirakaat yang kedua, kisah tidak terpendam larangan bakal dia buat mengunci sholatnya. Karena sholatnya suka bangat rampung tentang saat sholat fardhu anyar terlaksana cangga berkat tunggal rakaat”. (Majmu’ Fatawa 11/392 dan 393)

23. Apabila Mengetahui Sholat Fardhu Akan Segera Ditegakkan, Apakah Disyari’atkan Mengerjakan Sholat Rawatib?

As-Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkomentar: “Sudah ternyata, (adapun pasal ini) dikatakan: “Sesungguhnya tidak dianjurkan menunaikan sholat rawatib diatas anutan yang awet bahwasannya sholat fardhu bakal terlewatkan dengan mengerjakannya. Bahkan meninggalkannya (sholat rawatib) demi memahamkan mengenai ditegakkan sholat bersama pemuka dan menggubris adzan (iqomah) yakni perkara yang disyari’atkan. Karena memelihara sholat fardhu dengan waktu-waktunya lebih besar daripada sholat sunnah rawatib yang bisa dimungkinkan untuk diqodho'”. (Syarh Al-‘Umdah, bab. 609)

24. Mengangkat Kedua Tangan Untuk Berdo’a Setelah Menunaikan Sholat Rawatib

As-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah bertutur: “Sholat Rawatib: Saya tidak memahamkan adanya aral bersandar-kan bertemu muka kedua unsur anak buah setelah mengerjakannya untuk berdo’a, dikarenakan menyumbang dengan keumuman keyakinan (bakal disyari’atkan acung jikalau berdo’a). Akan sebaliknya lebih utama bagi tidak melakukannya terus-menerus dalam juz itu (acung), menurut p mengenai tidaklah mempunyai sejarah yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengejawantahkan demikian, andaikan beliau melakukannya setiap rampung sholat rawatib sah pada tersua punca yang dinisbahkan mau atas beliau. Padahal para sahabat meriwayatkan serata perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan rasulullah mukhlis apakala safar atau alias tidak. Bahkan seluruh pekerjaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat radiyallahu ‘anhum tersampaikan”. (Arkanul Islam, ayat. 171)

25. Kapan Sholat Rawatib Ketika Sholat Fardhu DiJama’?

Imam Nawawi rahimahullah bertutur: “Sholat rawatib dikerjakan setelah kedua sholat fardhu dijama’ dan tidak terlihat dilakukan di renggang keduanya. Dan demikian juga sholat rawatib qobliyah dzuhur dikerjakan sebelum kedua sholat fardhu dijama'”. (Shahih Muslim Bi Syarh An-Nawawi, 9/31)

26. Apakah Mengerjakan Sholat Rawatib Atau Mendengarkan Nasihat?

Dewan Tetap beri Penelitian Ilmiyah dan Fatwa Saudi: “Disyariatkan bakal bani muslimin andaikan mendapatkan permintaan (kultum) setelah sholat fardhu sepatutnya mendengarkannya, kemudian setelahnya ia mempraktikkan sholat rawatib seakan-akan ba’diyah dzuhur, maghbrib dan ‘isya” (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah LilBuhuts Al-‘Alamiyah Wal-Ifta’, 7/234)

27. Mendahulukan Menyempurnakan Dzikir-dzikir setelah Sholat Fardhu Sebelum Menunaikan Sholat Rawatib

As-Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah ditanya: “Apabila ego menyumbangkan melaksanakan sholat fosil setelah maghrib, apakah amah samad menerapkan sholat rawatib setelah kemunca sholat fosil ataukah merapikan dzikir-dzikir kemudian sholat rawatib?

Jawaban beliau rahimahullah: “Yang lebih utama adalah duduk agih memperbaiki dzikir-dzikir kemudian mempraktikkan sholat rawatib. Maka pasal ini disyariatkan lurus terselip atau tidaknya sholat buntang. Maka dzikir-dzikir yang boleh setelah sholat fardhu yaitu sunnah yang benar beri dijaga dan tidak sewajarnya ditinggalkan. Maka andaikan kamu memutus dzikir tersebut tentang menjalankan sholat romong, alkisah setelah itu selayaknya menyempurnakan dzikirnya ditempat dikau rani, kemudian mengaplikasikan sholat rawatib ialah sholat ba’diyah. Hal ini mencakup rawatib ba’diyah dzuhur, maghrib atau alias ‘isya dengan memutuskan sholat rawatib setelah berdzikir”. (Al-Qoul Al-Mubin fii Ma’rifati Ma Yahummu Al-Mushollin, hal. 471)

28. Tersibukkan Dengan Memuliakan Tamu Dari Meninggalkan Sholat Rawatib

As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah berbicara: “Pada dasarnya seseorang adakala mewujudkan kebaikan yang pelik afdhol (adi) kemudian mengadakan yang lebih afdhol (yang sewajarnya didahulukan) dengan adanya pertimbangan. Maka seumpama seseorang tersibukkan dengan memuliakan tamu di saat adanya sholat rawatib, cerita membesarkan tamu didahulukan daripada melakukan sholat rawatib”. (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin 16/176)

29. Sholatnya Seorang Pekerja Setelah Sholat Fardhu dengan Rawatib Maupun Sholat Sunnah lainnya.

As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah bertutur: “Adapun sholat sunnah setelah sholat fardhu yang bukan rawatib alkisah tidak hadir. Karena waktu yang digunakan saat itu ialah adegan berkat waktu kerja jikalau aqad menyewa dan aksi parak. Adapun mengadakan sholat rawatib (ba’da sholat fardhu), maka tidak mengapa. Karena itu merupakan masalah yang biasa dilakukan dan masih dimaklumi (dibolehkan) pada atasannya”.

30. Apakah Meninggalkan Sholat Rawatib Termasuk Bentuk Kefasikan?

As-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah bertutur: “Perkataan seserpih mampu’: (Sesungguhnya membenamkan sholat rawatib termasuk fasiq), yakni sandi yang taknormal mustakim, lebih-lebih lagi tidak sahih. Karena sholat rawatib itu merupakan nafilah (sunnah). Maka barangsiapa yang menyelenggarakan sholat fardhu dan membiarkan maksiat tidaklah dikatakan fasik lebih-lebih lagi dia adalah seorang mukmin yang mukhlis lagi seimbang. Dan demikian juga sebelah isyarat fuqoha’: (Sesungguhnya melatih sholat rawatib yakni bab berkat komitmen sewajarnya dalam persaksian), berwai ini yakni isyarat yang lemah. Karena setiap anak yang memimpin sholat fardhu dan memunggungi maksiat cerita ia yaitu bani yang selayaknya lagi tsiqoh. Akantetapi terhadap tempat seorang mukmin yang berlaku sebanding bersegera (bergairah) pada menyumbangkan melaksanakan sholat rawatib dan perkara-perkara lurus akal lainnya yang terlalu banyak dan bersaing beri mengerjakannya”. (Majmu’ Fatawa 11/382)

(Yang dimaksud sama dengan tulisan tersebut: http://fdawj.atspace.org/awwb/th2/14.htm (pen.))

Faedah:Ibmu Qoyyim rahimahullah berkomentar: “Terdapat tandu sholat-sholat demi din nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sehari semalam sebanyak 40 rakaat, yakni dengan memimpin 17 rakaat dengan sholat fardhu, 10 rakaat atau 12 rakaat berlandaskan sholat rawatib, 11 rakaat atau 13 rakaat sholat malam, maka keseluruhannya sama dengan 40 rakaat. Adapun suplemen sholat selain yang tersebutkan bukanlah sholat rawatib…..maka sungguh seharusnyalah pada seorang ego beri senantiasa meniupkan terus-menerus keimanan ini kekal hingga mengalami kematian (maut). Sehingga adakah yang lebih segera terkabulkannya do’a dan tersegeranya dibukakan pintu tentang keluarga yang mengetuk sehari semalam sebanyak 40 lautan? Allah-lah raut mengundang saham”. (Zadul Ma’ad 1/327)

Lembaran singkat ini dayang ringkas tentang sebuah buku yang jongos tulis sendiri berjudul “Hukum-hukum Sholat Sunnah Rawatib”.

Dan sholawat serta salam tentu nabi kita muhammad shallalllahu ‘alaihi wasallam dan keluarganya serta para sahabatnya. Amiin

Ummul Hamaam, 1 Ramadhan 1431 H

Penulis: As-Syaikh Abdullah bin Za’li Al-‘Anziy

Sumber: Buletin Darul Qosim (www.dar-alqassem.com)

Penerjemah: Abu Ahmad Meilana Dharma Putra

Muroja’ah: Al-Ustadz Abu Raihana, MA.

Artikel www.muslim.or.id

Sahabat muslim, marilah berdakwah bersama kami. Untuk target lebih lanjut mari klik disini. Jazakallahu khaira

🔍 Hukum Puasa Sunnah Di Hari Jumat, Artikel Keutamaan Alquran, Hukum Bermakmum Pada Imam Yang Rusak Bacaannya, Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Menurut Islam, Nama Allah Yang Keseratus

DOC) Sholat Sunnah Rawatib.doc | RuRie AfaUri - Academia.edu

Jumlah Rakaat Salat Sunah Rawatib Sama Dengan Jumlah Rakaat Salat : jumlah, rakaat, salat, sunah, rawatib, dengan, Sholat, Sunnah, Rawatib.doc, RuRie, AfaUri, Academia.edu

Panduan Solat Sunat Rawatib Cara Rasulullah

Jumlah Rakaat Salat Sunah Rawatib Sama Dengan Jumlah Rakaat Salat : jumlah, rakaat, salat, sunah, rawatib, dengan, Panduan, Solat, Sunat, Rawatib, Rasulullah

Shalat Sunnah

Jumlah Rakaat Salat Sunah Rawatib Sama Dengan Jumlah Rakaat Salat : jumlah, rakaat, salat, sunah, rawatib, dengan, Shalat, Sunnah

Kls 8 Pas Ganjil Worksheet

Jumlah Rakaat Salat Sunah Rawatib Sama Dengan Jumlah Rakaat Salat : jumlah, rakaat, salat, sunah, rawatib, dengan, Ganjil, Worksheet

Pas Pai Kelas Viii Interactive Worksheet

Jumlah Rakaat Salat Sunah Rawatib Sama Dengan Jumlah Rakaat Salat : jumlah, rakaat, salat, sunah, rawatib, dengan, Kelas, Interactive, Worksheet

Panduan Solat Sunat Cara Nabi S.A.W

Jumlah Rakaat Salat Sunah Rawatib Sama Dengan Jumlah Rakaat Salat : jumlah, rakaat, salat, sunah, rawatib, dengan, Panduan, Solat, Sunat, S.A.W

Niat Sholat Sunat Sebelum Sholat Wajib – Mudah

Jumlah Rakaat Salat Sunah Rawatib Sama Dengan Jumlah Rakaat Salat : jumlah, rakaat, salat, sunah, rawatib, dengan, Sholat, Sunat, Sebelum, Wajib, Mudah

SOLAT TAHAJJUD & DOA TAHAJJUD (Panduan Rumi) • AKU ISLAM

Jumlah Rakaat Salat Sunah Rawatib Sama Dengan Jumlah Rakaat Salat : jumlah, rakaat, salat, sunah, rawatib, dengan, SOLAT, TAHAJJUD, (Panduan, Rumi), ISLAM

Cara SOLAT WITIR & DOA WITIR (Panduan Lengkap Rumi) • AKU ISLAM

Jumlah Rakaat Salat Sunah Rawatib Sama Dengan Jumlah Rakaat Salat : jumlah, rakaat, salat, sunah, rawatib, dengan, SOLAT, WITIR, (Panduan, Lengkap, Rumi), ISLAM

SOLAT HAJAT Berserta DOA SOLAT HAJAT (Panduan Lengkap Rumi)

Jumlah Rakaat Salat Sunah Rawatib Sama Dengan Jumlah Rakaat Salat : jumlah, rakaat, salat, sunah, rawatib, dengan, SOLAT, HAJAT, Berserta, (Panduan, Lengkap, Rumi)

SOLAT DHUHA Dan DOA DHUHA (Panduan Lengkap Rumi) • AKU ISLAM

Jumlah Rakaat Salat Sunah Rawatib Sama Dengan Jumlah Rakaat Salat : jumlah, rakaat, salat, sunah, rawatib, dengan, SOLAT, DHUHA, (Panduan, Lengkap, Rumi), ISLAM